BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

SUMBER SEHAT GROUP
supplier of traditional herbal ingredients specially for companies
Diskripsi ( Bidang Usaha ) :
Adalah SUPPLIER & DISTRIBUTOR bahan bahan Jamu Tradisional asli Indonesia yang meliputi berbagai jenis macam simplisia herbal secara spesifikasi yang mengutamakan serta menjaga KWALITAS.
SUMBERSEHAT GROUP bekerja sama dengan  Mitra Tani Kab. Malang khusus Tanaman Obat Tradisional sebagai partnership yang berpandangan sama untuk memajukan dan mengoptimalkan sumber daya alam berupa Tanaman Herbal Indonesia.
SUMBERSEHAT GROUP  telah menjadi Mitra KEPERCAYAAN berbagai Perusahaan Herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman dalam pengadaan & pengiriman bahan-bahan herbal tradisional khusus untuk kebutuhan produksi PERUSAHAAN HERBAL dan  COSMETIK antara lain :
  1. Perusahaan khusus Obat Herbal
  2. Perusahaan Cosmetic Herbal
  3. Perusahaan khusus produksi Minyak Atsiri
  4. Perusahaan khusus produksi SPA & SAUNA
  5. Perusahaan khusus Minuman Herbal
  6. EKSPORTIR Bahan Herbal Tradisional
  7. PT / UD. / UMKM
  8. Personal / privacy
  9. Penelitian / study laboratory

share

Ditulis pada Jual Bahan Baku Jamu | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

Garcinia Mangostana L. Merupakan nama lain yang diberikan untuk tanaman manggis. Buah manggis termasuk buah eksotik yang sangat disukai oleh banyak konsumen karena rasanya yang lezat, bentuk buahnya yang indah dan tekstur daging buah yang putih dan halus sehingga manggis mendapat julukan Queen of tropical fruit. Secara tradisional buah manggis dimanfaatkan sebagai obat sariawan, wasir dan luka. Kulit buah manggis juga dimanfaatkan sebagai pewarna dari air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit disentri.
Secara umum kandungan kimia yang terdapat dalam kulit manggis adalah xanthone, mangostin, garsinon, flavonoid, dan tamin. Senyawa xanthone mempunyai kemampuan sebagai antioksidan, antibakteri, antifungi, antiinflamasi, bahkan dapat menjadi pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis. Oksidasi pada kulit buah manggis adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hidrogen atau pelepasan elektron. Sedangkan proses oksidasi sendiri adalah peristiwa alami yang terjadi didalam dan dapat terjadi dimana-mana tak terkecuali dalam tubuh manusia. Antioksida bersifat sangat mudah beroksidasi atau bersifat reduktor kuat dibanding dengan molekul yang lain. Fungsi antioksidan dalam menghambat terjadinya oksidasi dengan menghentikan reaksi berantai dari radikal-radikal bebas (primary antioxidant) fungsi lain dari senyawa antioksidan dapat diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu:
  1. Primary antioksidan yaitu senyawa fenol yang mampu memutus rantai reaksi pembentuk radikal bebas asam lemak.
  2. Oxygen scavengers yaitu senyawa-senyawa yang berperan sebagai pengikat oksigen sehingga tidak mendukung reaksi oksidasi.
  3. Secondary antioxidant yaitu senyawa –senyawa yang mempunyai kemampuan untuk berdekomposisi hidroperoksida menjadi produk akhir yang stabil.
  4. Antioxidative enzyme yaitu enzim yang berperan mencegah terbentuknya radikal bebas.
  5. Chelators sequestrants yaitu senyawa-senyawa yang mampu mengikat logam seperti besi dan tembaga yang mampu mengkatalisa reaksi oksidasi lemak.
Senyawa antioksidan terkuat, yang terdapat dalam kulit manggis adalah senyawa xanthone yang merupakan organik turunan dari Difenil-y-pyron. Senyawa xanthone merupakan substansi kimia alami yang dapat digolongkan dalam senyawa jenis fenol atau polyphenolic. Krena itulah senyawa xanthone dapat digolongkan sebagai senyawa polar. Senyawa ini memiliki rumus  . Dan ada juga flavonoid termasuk fenolik alam yang potensial sebagai antioksidan dan mempunyai bioaktivitas sebagai obat.
 Mungkin itu saja uraian singkat dari saya semoga bermanfaat
sumber:
jounal.unpar.ac.id. > article > download
ojs.unud.ac.id > jfu > article > downlo

share

Ditulis pada BAHAN BAKU JAMU | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

KAYU RAPET
Parameria laevigata (Juss) Moldenke 
Indonesia        : Kayu rapet, akar gerip putih, gakeman mayit (lampung), kayu rapet (sunda), kayu rapet (jawa), gembor (jawa), ragen (jawa), medaksi (madura).
Melayu            : Kayu Rapat
Pilipina           : Dugtong Ahas
Cina                 : chang jie zhu
 Nama simplesia
Parameriae Cortex
 Deskripsi tanaman
Habitat      : Tanaman ini banyak tumbuh liar di hutan dan tempat lain yang bertanah tandus dan cukup mendapatkan sinar matahari. Semak menjalar, panjang kurang lebih 4 meter. Tumbuh liar di hutan pada  dataran rendah samapai 1200 dpl
Batang       : membelit, bulat, berkayu, berambut, cokelat.
Daun         : tunggal, lanset, berhadapan, pangkal dan daun meruncing, daun muda berwarna hijau kemerahan setelah tua berwarna hijau, berhadapan, pertulangan menyirip, panjang 5-12 cm, lebar 2-5 cm, bertangkai panjang 2-4 cm.
Bunga        : bentuk malai, majemuk, mahkota bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna putih. Berbunga pada bulan juni-oktober.
Buah          : polong, panjang 15-45 cm, ujung lanciip, berisi 4-10 biji, berbuah bulan oktober-desember.
Biji             : bulat, warna cokelat kehitaman.
Akar          : tunggang, berwarna coklat.
SEBAGAI semak menjalar, kayu rapat atau kayu rapet baik dipelihara sebagai tanaman hias
 Kandungan kimia
Kulit, kayu dan akar Parameria laevigata mengandung flavonoida dan polifenol, daunnya juga mengandung saponin dan Tanin.
Saponin adalah senyawa surfaktan. Dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker
Saponin memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati. Sumber utama saponin adalah biji-bijian khususnya kedele. Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon dan membantu kadar kolesterol menjadi normal. Tergantung pada jenis bahan makanan yang dikonsumsi, seharinya dapat mengkonsumsi saponin sebesar 10-200 mg.
Tanin adalah astringen jalur usus, dapat mengurangi sekresi cairan dalam usus, sehingga kadar air dalam kotoran manusia berkurang sehingga dapat mencegah mencret
Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidanyang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung danpembuluh darah dan kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)
Flavonoid , berfungsi :
  1. melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
  2. mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
  3. mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner
  4. mengandung antiinflamasi (antiradang)
  5. berfungsi sebagai anti-oksidan
  6. membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan

share

Ditulis pada BAHAN BAKU JAMU | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

Tanaman Alang-Alang (Imperata cylindrica)
Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan tumbuhan yang dikenal sebagai gulma, tumbuh merumput dengan tunas yang merayap di dalam tanah. Tingginya bisa mencapai 30 – 180 cm, mudah berkembang biak, mempunyai rimpang kaku yang tumbuh menjalar (Hembing, 2008). Alang-alang ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Klasifikasi alang-alang yaitu sebagai berikut (Heyne, 1987):
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : Imperata cylindrica
Alang-alang sering ditemukan pada tempat-tempat yang menerima curah hujan lebih dari 1000 mm, atau pada kisaran sebesar 500-5000 mm. Di beberapa negara, spesies ini tumbuh pada ketinggian dari batas permukaan air laut hingga 2000 m, dan tercatat tumbuh pada ketinggian hingga 2700 m dpl di Indonesia. Rumput ini dijumpai pada kisaran habitat yang luas mencakup perbukitan pasir kering di lepas pantai dan gurun, juga rawa dan tepi sungai di lembah. Tumbuhan ini tumbuh di padang-padang rumput, daerah-daerah pertanian, dan perkebunan. Selain itu juga pada kawasan-kawasan hutan gundul (Forage, 2012).
Kandungan Kimia Alang-Alang
Metabolit yang telah ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin (Damayanti, 2008).
Damayanti (2008), menambahkan bahwa pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang ditemukan golongan senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon, atau isoflavon. Jayalakshmi, et al (2011), menyebutkan bahwa akar alang-alang mengandung senyawa yang dapat berfungsi sebagai antimikroba yaitu golongan triterpenoid diantaranya cylindrin, arundoin, ferneon, isoarborinol dan simiarenol.
Menurut penelitian Ayeni dan Yahaya (2010), menunjukkan bahwa ekstrak daun alang-alang mengandung tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, fenol dan cardiac glycosides. Kandungan senyawa fitokimia tersebut dalam farmasi dapat digunakan sebagai obat untuk diare, sakit kepala, penyakit kulit, saluran usus. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai pestisida, insektisida dan herbisida dalam pertanian.
Manfaat Alang-Alang
Menurut Hembing (2008), khasiat akar alang-alang sangat banyak sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan, seperti: batu ginjal, infeksi ginjal, kencing batu, batu empedu, buang air kecil tidak lancar atau terus-menerus, air kemih mengandung darah, prostat, keputihan, batuk rejan, batuk darah, mimisan, pendarahan pada wanita, demam, campak, radang hati, hepatitis, tekanan darah tinggi, urat saraf melemah, asma, radang paru-paru, jantung koroner, gangguan pencernaan, diare, dan lain-lain.
Manfaat senyawa yang terkandung pada akar alang-alang (Adina, 2012):
a. Dalam akar alang-alang terkandung imperanene yang ternyata mempunyai efek menghambat agregasi trombosit (sel pembeku darah) sesuai hasil penelitian para ahli dari Universitas di Jepang. Efek menghambat agregasi ini sama dengan efek yang ditimbulkan oleh asetosal (asam asetil salisilat) yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah pada penderita infrak jantung.
b. Cylindol A yang terkandung di dalam akar alang-alang mempunyai efek menghambat enzim 5- lipoksigenase. Dengan terhambatnya 5-lipoksigenase maka pembentukan prostaglandin yang menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada otot dapat terhalangi. Bahan lain yang terkandung, yaitu Cylendrene mempunyai aktivitas menghambat kontraksi pembuluh darah pada otot polos sehingga sirkulasi darah tetap lancar.
c. Graminone B menghambat penyempitan pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar).
d. Dari hasil pengujian ternyata tumbuhan yang juga disebut ilalang ini mempunyai efek farmakologis atau dengan kata lain tumbuhan ini mempunyai sifat: antipiretik (menurunkan panas), hemostatik (untuk menghentikan pendarahan), menghilangkan haus, dan diuretik (peluruh kemih).

share

Ditulis pada Supplier Bahan Baku Jamu | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

DELIMA (Punica granatum L.)

Nama daerah
Sumatera : glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), dalimo (Batak). Jawa : gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dhalima (Madura). Nusa Tenggara : jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor). Maluku : dilimene (Kisar).

Nama asing
Shi liu (C), granaatappel (B), grenadier (P), granatbaum (J), luru (V), thap thim (T), Granada (Tag.), pomegranate (I).

Nama simplisia
Granati Cortex (kulit kayu delima), Granati Pericarpium (kulit kayu delima).
Uraian tumbuhan
Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropic, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.

Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak , lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengilap, panjang 1-9 cm, lebar 0,5-2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau diketiak daun yag paling atas. Biasanya, terda[pat satru sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu.

Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5-12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerah-merahan, atau ungu kehitaman. Kadang terdapat bercak-bercvak yang agak menonjol berwrna lebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjangyang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok.

Sifat dan Khasiat
Sewaktu panen, buahnya dikumpulkan. Bijinya dikeluarkan, lalu kulitnya dijemur sampai kering. Sebelum digunakan, dapat disimpan dalam wadah yang tertutup baik. Kulit buah rasanya asam, pahit, sifatnya hangat, astringen, beracun (toksik). Berkhasiat menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh cacing usus (vermifuga), antidiare, dan antivirus. Kulit buah dan bunganya merupakan astringen kuat. Rebusan keduanya bisa menghentikan perdarahan. Kulit kayu dan kulit akar mempunyai bau lemah dan rasa asam. Berkhasiat sebagai peluruh dahak, vermifuga, pencahar, dan astringen usus. Daunnya berkhasiat untuk peluruh haid.

Daging buah (daging pembungkus biji) berkhasiat penyejuk, peluruh kentut. Biji sifatnya sejuk, tidak beracun, berkhasiat pereda demam, antitoksik, melumas paru, dan merdakan batuk.

Kandungan Kimia
Kulit buah (shi liu pi) mengadung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, dan pati. Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20 % elligatanin dan 0,5-1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14NO), pseudopelletierine (C9H15NO), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15NO), dan metillisopellettierine (C9H17NO). Daun mengandung alkaloid, tannin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltose, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tannin. Alkaloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang, dan cacing keremi. Kulit buah dan kulit kayu juga astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, dan bunganya. Kulit akar dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kulit buah dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan.share

Ditulis pada Supplier Bahan Jamu Tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BAHAN BAKU JAMU, Supplier Bahan Baku Jamu, Grosir Bahan Baku Jamu, Supplier Bahan Jamu Tradisional, Grosir Jamu Bubuk

Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme (Lood) Bl)

Tanaman : Typhonium flagelliforme (L.) Bl.

Sinonim : Coleus amboinicus Lour. , Typhonium divaricatum (L.) Decne.

Nama daerah : bira kecil, daun panta susu, ki babi, trenggiling mentik, ileus, kalamoyang.

Nama asing : Rodent tuber (Malaysia), Laoshuyu (China)

Klasifikasi

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Gymnospermae

Classsis : Dicotyledonae

Ordo : Arales

Familia : Araceae

Genus : Typhonium

Spesies : Typhonium flagelliforme (L.) Bl. (Anonim, 2007)

Morfologi tanaman
Tanaman keladi tikus adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat lembab yang tak terkena sinar matahari langsung. Bentuk daun bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Berwarna hijau segar. Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala (Harfia, 2006).
Kandungan kimia dan efek farmakologis
Alkaloid, triterpenoid dan lignan (polifenol). Hasil penelitian menunjukkan sifat membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker. Menghilangkan efek buruk kemoterapi serta sebagai antivirus dan anti bakteri.
Empat senyawa telah diidentifikasi sebagai 1-O-beta-glucopyranosyl-2-[(2-hydroxyloctadecanoyl) amido]-4,8-octadecadiene-1,3-diol (1), coniferin (2), beta-sitosterol (3) dan beta-daucosterol (4). Sebuah cerebroside dengan aktivitas antihepatotoxic yang signifikan dan glikosida fenilpropanoid diisolasi dari Flagelliforme typhyonium untuk pertama kalinya (Huang et al., 2004).
Kandungan kimia diidentifikasi sebagai ester metil dari asam hexadecanoic, asam octadecanoic, asam 9-octadecenoic dan Asam 9,12 octadecadienoic. Selain itu, beberapa senyawa alifatik umum diidentifikasi sebagai dodekan, tridecane, tetradecane, pentadecane, heksadekana, heptadecane, octadecane, nonadecane dan eicosane. Senyawa unik Metil ester asam 13-phenyltridecanoic diisolasi dan diidentifikasi menggunakan metode spektroskopi. Tak satu pun dari senyawa diidentifikasi menunjukkan atau diketahui memiliki perilaku sitotoksik (Choo et al., 2001).
Analisis GC-MS menunjukkan bahwa D/F21 mengandung asam heksadekanoat, 1-hexadecene, phytol dan turunan dari phytol. Keberadaan non-asam lemak jenuh dalam fraksi ini telah dikonfirmasikan dengan spektroskopi resonansi magnetic (Lai et al., 2008). Senyawa baru dilaporkan oleh Lai et al. (2010) yaitu asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, campesterol, stigmasterol dan beta-sitosterol.
Berbagai ekstrak dari akar, tuber, stem/daun di aktivitas sitotoksiknya pada murine P388 leukaemia cells menggunakan MTT assay. Ekstrak kloroform (IC50 = 6.0 µg/mL) dan hexane (IC50 = 15.0 µg/mL) diekstraksi dari ‘roots dan tubers’ menunjukkan efek sitotoksik lemah. Ekstrak heksan (IC50 = 65.0 µg/mL) dari ‘stems dan leaves’ menunjukkan aktiivitas yang lebih lemah dari ekstrak kloroform (IC50 = 8.0 µg/mL). Walaupun jus ekstrak dari ‘roots dan tubers’ sering digunakan untuk treatmen kanker, tapi menunjukkan aktivitas yang lemah. Analisis lebih lanjut jus ekstrak mengandung kadar tinggi arginine (0.874%) ditentukan dengan amino acid analyser. Kandungan tryptophan yang tinggi (0.800%) dikonfirmasi dengan NMR dan analisis HPLC (Choo et al., 2001).
Bagian tanaman yang digunakan adalah umbi dan seluruh tanaman, daun sampai akar, yang terbaik digunakan segar dalam bentuk jus (sari tanaman) dan langsung diminum setelah diolah.

 

Penelitian tentang tanaman keladi tikus
Umbi keladi tikus terhadap dapat menghambat proliferasi sel kanker MCF-7 pada konsentrasi 89,15 µg/nl (IC 90) (Harfia, 2006).
Ekstrak heksan dari tanaman ini dievaluasi aktivitas sitotoksik terhadap kultur in vitro pada sel-sel murine leukemia P388 dan menunjukkan IC lemah (50) 15 µg / ml (Choo et al., 2001).
Empat pheophorbide senyawa terkait, yaitu pheophorbide-a, pheophorbide-a ‘, pyropheophorbide-dan metil pyropheophorbide-suatu telah diidentifikasi dalam fraksi yang paling aktif, D/F19. Konstituen ini memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap NCI-H23 (lung cancer) dan HS578T (breast cancer) cell lines dan aktivitas meningkat setelah photoactivation. Namun, aktivitas antiproliferative lebih besar ditunjukkan oleh D/F19 sendiri dibandingkan dengan pheophorbides dan subfraksi lainnya menunjukkan beberapa bentuk tindakan sinergis antara konstituen. Pengaruh hambat D/F19 dan pheophorbides adalah apoptosis karena ketiadaan cahaya (Lai et al., 2010).
Delapan tanaman diuji yaitu Herba Polygonis Hydropiperis (Laliaocao), Folium Murraya Koenigii (Jialiye), Rhizoma Arachis Hypogea (Huashenggen), Herba Houttuyniae (Yuxingcao), Epipremnum pinnatum (Pashulong), Rhizoma Typhonium Flagelliforme (Laoshuyu), Cortex Magnoliae Officinalis (Houpo) and Rhizoma Imperatae (Baimaogen) aktivitas antimikroba dan antioksidannya. Hasil menunjukkan ekstrak dari Cortex Magnoliae Officinalis, Folium Murraya Koenigii, Herba Polygonis Hydropiperis dan Herba Houttuyniae menunjukkan sifat antioksidan lebih tinggi dibanding tanaman uji yang lain. Sementara Cortex Magnoliae Officinalis menunjukkan sifat antioksidan dan antimikroba tertinggi (Chan et al., 2008).
Aksi farmakologis dari keladi tikus telah diteliti oleh Zhong et al (2001). Semua ekstrak air, alkohol dan ekstrak ester keladi tikus memiliki efek meredakan batuk, menghilangkan dahak, antiasthmatic, analgesia, anti-peradangan dan obat penenang. Toleransi maksimum untuk toksisitas akut adalah 720 g / kg (ekstrak air), 900 g / kg (ekstrak alkohol) 3.240 g / kg (ekstrak ester).
Daftar Pustaka
Harfia, M., 2006, Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 50% Umbi Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme (Lood) Bl) terhadap Sel Kanker Payudara (MCF-7 Cell line) secara In-Vitro, Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Kesehatan.

 

Ditulis pada BAHAN BAKU JAMU, Jual Bahan Baku Jamu | Tinggalkan komentar

Grosir Jamu Bubuk, Supplier Bahan Jamu, Jual Bahan Jamu Bubuk, Jual Bahan Baku Jamu

KAPULAGA
Adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean). Kedua genera ini adalah tanaman asli Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Nepal, dan Pakistan; biji kapulaga dapat dikenali dari biji polongnya yang kecil, penampang irisan segitiga, dan berbentuk gelendong kumparan, dengan kulit luar yang tipis, dan biji hitam yang kecil.
Klasifikasi Kapulaga
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Zingiberale
Suku : Zingiberaceae
Marga : Amomum
Jenis : Amomum cardamomum Willd.
Kandungan Ilmiah Kapulaga
Buahnya mengandung minyak atsiri yang terutama mengandung sineol, terpineol, dan borneol. Kadar sineol dalam buah lebih kurang 12%. Di samping itu buah kapulaga banyak mengandung saponin, flavonoida, senyawa-senyawa polifenol, mangan, pati, gula, lemak, protein, dan silikat.
Biji mengandung 3 – 7% minyak atsiri yang terdiri atas terpineol, terpinil asetat, sineol, alfa borneol, dan beta kamfer. Di samping itu biji juga mengandung minyak lemak, protein, kalsium oksalat, dan asam kersik. Dengan penyulingan dari biji diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum Cardamomi yang digunakan sebagai stimulans dan pemberi aroma.

Ditulis pada BAHAN BAKU JAMU | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PROSES PENGIRIMAN BAHAN BAKU JAMU KE JAKARTA

Ditulis pada BAHAN BAKU JAMU | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar